ACEH BESAR — Perumda Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kebocoran pada jalur pipa transmisi utama guna menjaga kontinuitas distribusi air bersih kepada pelanggan. Pipa transmisi yang berfungsi menyalurkan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) menuju jaringan distribusi merupakan titik vital infrastruktur, sehingga setiap potensi kerusakan atau kebocoran fisik harus ditangani secara cepat, terukur, dan aman tanpa menimbulkan dampak gangguan pasokan secara meluas.
Prosedur penanganan darurat diawali dengan pengisolasian area terdampak melalui penutupan katup (valve) secara sistematis untuk menghentikan aliran air di titik kerusakan. Setelah aliran terisolasi, tim teknis Bagian Transmisi dan Distribusi (Trandis) melakukan pengurasan (flushing) pipa untuk membuang sisa air dan endapan material di dalam jalur, sekaligus memastikan area galian berada dalam kondisi aman sebelum tindakan penyambungan atau pemasangan clamp saddle/gibault joint dilakukan.
Melalui penerapan SOP penanganan darurat yang presisi ini, durasi pengerjaan perbaikan (downtime) di lapangan dapat ditekan secara signifikan. Perumda Tirta Mountala terus berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur jaringan pipa air minum, sehingga stabilitas tekanan dan kualitas air yang sampai ke rumah masyarakat di wilayah Aceh Besar tetap terjaga dengan optimal.