ACEH BESAR — Perumda Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat langkah strategis dalam menekan tingkat air tak berbayar atau Non-Revenue Water (NRW) guna mengoptimalkan distribusi air bersih dan menjaga keandalan layanan bagi masyarakat.
NRW yang merupakan selisih antara volume air yang diproduksi dengan air yang terukur pada meteran pelanggan, menjadi fokus penanganan utama melalui pemetaan dua kategori kebocoran, yakni kebocoran fisik (real losses) akibat kerusakan pipa serta kebocoran non-fisik (apparent losses) yang disebabkan oleh ketidakakuratan pencatatan meter maupun potensi pemanfaatan air secara ilegal.
Dalam menangani kebocoran fisik, tim teknis Bagian Transmisi dan Distribusi (Trandis) memperketat pengawasan jalur pipa utama dan pipa distribusi secara berkala guna melakukan perbaikan cepat pada titik-titik kerusakan sebelum memicu penurunan tekanan air.
Sementara untuk menekan kebocoran non-fisik, langkah sistematis dilakukan melalui penataan zona ukur distribusi (District Metered Area/DMA), peremajaan meter air pelanggan yang mengalami penurunan akurasi, serta penertiban administrasi pencatatan di lapangan.
Melalui integrasi deteksi dini dan pemeliharaan infrastruktur jaringan secara komprehensif, Perumda Tirta Mountala berkomitmen untuk terus menekan tingkat kehilangan air secara bertahap. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus menjamin pemerataan suplai air bersih secara lancar dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan di wilayah Aceh Besar.